Apa Salahnya Menyapa


Assalamu'alaikum...

Hai...! Halo...! Apa Kabar...!

Le'..! bade teng wono...? Inilah aktivitas harian saya, tiap pagi sewaktu mau berangkat kerja... Maklum wong ndeso... nanyanya ya le'..! bade teng wono..? (berangkat ke sawah / ladang om..?).

Awalnya saya tidak memperdulikan sapaan jika bertemu tetangga atau masyarakat sekitar... Sering kali istri saya menegur dan menekankan saya agar selalu menegur dahulu ketika berpapasan dengan orang. Awalnya saya dongkol dengan sikap istri.. tapi setelah saya pikir-pikir, nasihat istri tidaklah salah dan baik sekali untuk dipraktekkan.

Bukannya saya tidak mau menyapa orang jika bertemu, tapi... biasanya saya hanya tersenyum saja.. tidak lebih... saya anggap cukuplah dengan senyuman... Mungkin kebiasaan di kampung saya, senyum saja sudah cukup... tapi di desa istri saya... senyum saja masih kurang...

Dan memang saya amati dan saya rasakan... menyapa dengan pertanyaan sembari ditaburi senyuman ternyata lebih hangat dan mengena. Yang paling saya rasakan adalah rasa sejuk dan tentram terasa sampai ke hati. Masalah orang menganggap saya orang yang sopan dan santun itu urusan belakangan. Toh anggapan tersebut belum pernah saya dengar dari orang lain. Yang penting adalah apa yang hati saya rasakan.

Budaya saling sapa kini telah banyak ditinggalkan... jadi tak heran jika orang sekarang cenderung individualis. Bahkan di kota-kota besar, sama tetangga sebelah saja tidak saling kenal.

Saling sapa adalah pintu silaturahmi. Coba perhatikan..! Jika ada orang yang belum saling kenal, dan ingin berkenalan, maka hal yang pertama kali akan diucapkan adalah kata sapaan.. misalnya hai.. baru kemudian bertanya nama.. Benar bukan??

Bahkan sebenarnya dalam islam sangat dianjurkan sekali untuk Afsyussalam / Menyebarkan salam. Setiap bertemu saudara muslim berkata Assalamu'alaikum. Bahkan salah satu tanda kiamat adalah Ucapan salam (Assalamu'alaikum) hanya diucapkan kepada orang yang dikenal saja.

Ayo budayakan salam dan saling sapa untuk mengokohkan tali silaturahmi antar sesama. Jangan kalah sama semut. Semut selalu dan senantiasa saling sapa dan bersalaman setiap bertemu dengan semut lainnya.

Semoga bermanfaat....

0 Response to "Apa Salahnya Menyapa"